Mittwoch, 16. Januar 2013

Perusahaan Inggris Keens Memenangkan Kontrak Mengupgrade Corvette Fatahila class






Fatahillah class corvette




perusahaan pertahanan Inggris seperti BAE Systems dan Rolls-Royce harus bisa meningkatkan penjualan mereka yang tumbuh cepat seperti kepada Indonesia kata mentri pertahanan Philip Hammon.

Pada perjalanan ke Jakarta untuk mempromosikan industri pertahanan Inggris dan memperdalam hubungan militer yang baru lahir dengan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Mr Hammond mengatakan kepada Financial Times risiko berbisnis di Indonesia, di mana korupsi endemik, yang "meraja lela".
Rolls-Royce adalah perusahan industri dan pertahanan di Inggris yangmacet karena terkndala kasus korupsi.
Mr Hammond berusaha mengecilkan dampak dari keterlibatan SFO pada penjualan pertahanan ke 

Indonesia dan dia mencatat bisnisnya dengan Indonesia Adalah bisnis mesin sipil bukan pertahanan.
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang lebih korup, menurut Transparency International, sebuah kelompok kampanye, yang menempatkannya 118 dari 176 negara, bersama Mesir dan Madagaskar, di peringkat atas pemerintahan global.

Beberapa eksekutif di Indonesia berpendapat bahwa ketatnya hukum suap Inggris tahun 2010, yang secara tegas melarang pembayaran tersebut, membuatnya sangat sulit untuk memenangkan penawaran.

Meskipun demikian, Mr Hammond mengatakan ia berharap bahwa dapat menjual alat pertahanan adalah bagian penting dari janji tahun lalu oleh David Cameron, Perdana Menteri Inggris, dan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Indonesia, untuk melipatgandakan perdagangan bilateral pada tahun 2015.



Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen